Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan dari tahun ke tahun AKB mengalami penurunan signifikan. Dari 68 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada 1991, hingga 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2017. Meski tampak menguntungkan, Badan Pusat Statistik justru mengungkap fakta mencengangkan bahwa setiap jamnya, ada 8 bayi baru lahir yang meninggal di Indonesia.

Sebelum mencari solusinya, Anda tentu harus tahu dulu penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia. Berikut penjelasan selengkapnya.

Asfiksia
Asfiksia merupakan penyebab kematian bayi baru lahir yang paling utama di Indonesia. Asfiksia adalah kondisi saat bayi kekurangan oksigen sebelum atau selama kelahiran. Hal ini ditandai dengan kulit bayi yang membiru, sesak napas, detak jantung menurun, dan lemah otot.

Biasanya, asfiksia itu disebabkan karena persalinan macet alias bayi tidak keluar-keluar saat persalinan. Atau bisa juga karena bayinya sudah hampir keluar, tapi terhambat di tengah jalan. Nah, hal inilah yang paling sering jadi penyebab kematian bayi baru lahir.

Sedangkan untuk mencegah asfiksia pada bayi, itu sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Misalnya kalau sudah tahu persalinannya macet, maka bisa segera dilakukan operasi caesar. Jadi, bayi tidak perlu lama-lama di jalan lahir yang bisa bikin kehabisan oksigen.

Infeksi
Menurut WHO, infeksi masuk ke dalam tiga penyebab kematian bayi baru lahir paling umum di dunia. Ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya infeksi pada bayi baru lahir, di antarannya :

  • Sepsis
  • Penumonia
  • Tetanus
  • Diare

Selain itu, infeksi pada bayi baru lahir cukup sering terjadi di daerah-daerah yang fasilitas persalinannya belum optimal. Ambil contoh pada kasus persalinan, alat-alat bersalin yang dibutuhkan tentu harus dalam kondisi steril. Jika tidak, alat-alat tersebut rentan terpapar mikroorganisme yang dapat memicu infeksi pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Begitu juga dengan perawatan tali pusat, alat-alat yang digunakan juga harus bersih dan steril. Sebab jika tidak, bayi akan rentan terkena infeksi dan penyakit lainnya, atau bahkan menyebabkan kematian. Sementara untuk mencegah infeksi, pastikan fasilitas kesehatannya bersih dan higienis. Mulai dari alat-alat hingga ruang bersalin, pastikan semuanya dalam kondisi yang bersih dan steril sehingga bayi dapat terhindar dari risiko infeksi. Kecuali jika bayi lahir prematur, tentu kita tidak bisa mencegah berat bayi lahir rendah. Artinya, tidak semua bisa dicegah, tapi kebanyakan penyebab kematian bayi baru lahir bisa dicegah sedini mungkin.

Berat badan lahir rendah
Bayi dikatakan memiliki berat lahir rendah apabila berat badannya kurang dari 2.500 gram atau 2,5 kilogram (kg). Bayi yang beratnya kurang dari 2.500 gram rentan mengalami masalah kesehatan atau bahkan kematian sewaktu lahir. tapi kalau masih di antara 2.000 sampai 2.500 gram, biasanya masih bisa diselamatkan. Kalau sudah di bawah itu, akan sulit sekali (dilahirkan dalam kondisi selamat).

Supaya berat badan bayi saat lahir normal, dalam artian tidak kurang maupun tidak lebih, ibu wajib menjaga pola makannya saat hamil. Contohnya dengan memperbanyak makan sayur dan buah, makanan tinggi serat dan asam folat, dan jenis makanan sehat lainnya. Semakin terpenuhi kebutuhan gizi ibu saat hamil, maka kesehatan ibu dan bayinya pun akan semakin optimal.

Tinggalkan pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here