Pada dasarnya, appendisitis terjadi akibat adanya sumbatan. Pada anak kecil, penyebab tersering dari kemunculan sumbatan ini adalah pembesaran jaringan limfoid pada jaringan usus buntu. Jaringan limfoid yang membesar dapat menghalangi rongga saluran usus buntu.

Penyebab dari pembesaran jaringan limfoid itu sendiri masih kontroversi. Namun, penelitian dari jurnal JAMA Surgery mengatakan bahwa infeksi virus sering dikaitkan dengan terjadinya pembesaran limfoid. Sumber lain berpendapat pembesaran jaringan limfoid dapat disebabkan oleh dehidrasi.

Penyebab lain yang cukup sering mengakibatkan sumbatan pada usus buntu anak adalah fecalith. Fecalith adalah feses yang sudah mengeras dan terjebak di dalam saluran cerna. Selain sisa feses, fecalith juga terbentuk dari kombinasi garam kalsium yang mengkristal dan mengeras.

Penyumbatan juga dapat disebabkan oleh sumbatan benda asing atau infeksi parasit. Ketika usus buntu Anda tersumbat, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat pada usus buntu di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan nanah dan pembengkakan yang dapat membuat perut si kecil terasa sakit.

Setelah tersumbat, usus buntu tidak lagi bisa mendapat aliran darah yang baik. Ketika aliran darah berkurang, jaringan hidup pada usus buntu mulai mati. Apendiks kemudian akan pecah dan bisa menyebabkan dinding usus berlubang.

Lubang-lubang ini akan membuat feses, lendir, dan zat lainnya bocor lalu menyebar ke rongga perut lainnya. Komplikasi infeksi ini disebut sebagai peritonitis dan jika tidak diobati bisa berakibat fatal.

So Moms, lebih teliti lagi ya dalam merawat si buah hati… semangat!

Tinggalkan pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here