Jika mendengar kata janda, apa yang terlintas dipikiran kalian ladies? Wanita yang perlu dikasihani, atau malah dikelompokkan sebagai warga kelas empat. Ataupun hal-hal yang berkonotasi negative yang ditujukan kepada wanita yang berpredikat janda.

Predikat jandaa bukan semata-mata karena gagal dalam mempertahankan rumah tangga, banyak faktor penyebab terjadi hal tersebut. Misalnya kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, dll. Hanya saja dalam hal ini jandalah yang selalu menjadi tertuduh dan menanggung rasa malu yang disematkan oleh lingkungan sekitarnya.

Janda sering dikaitkan sebagai perempuan perebut suami orang akan dicap sebagai penggangu rumah tangga orang lain. Penilaian ini bukan hanya dari pihak wanita ataupun pria, tua maupun muda juga akan mencemoohkan para janda.

Seiring waktu yang berjalan dan pesatnya perkembangan di era modern ini. Janda bukan lagi hal yang tabu atau di cap sebagai hal yang tidak pantas untuk dihormati. Banyak para janda yang sukses menjadi pemimpin suatu perusahaan, mempunyai karir yang cemerlang, dan bahkan banyak menjadi founder maupun CEO sebuah perusahaan raksasa.

Menjadi janda bukanlah suatu hal yang salah tapi suatu keberanian dalam mengambil alih keputusan terhadap diri sendiri. Untuk para wanita yang berpredikat janda, teruslah berkarya karena menjadi janda bukanlah hal yang memalukan.

So ladies tetap semangat menjalani hari ini.

Tinggalkan pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here