Beberapa hal yang akan dibahas di bawah ini adalah pemikiran yang biasanya ditemukan pada sebagian besar pria, yang mungkin dapat berguna untuk Anda menemukan cara dalam memahami pasangan.

Mencoba memahami masalah komitmen
Di dalam sebuah hubungan, ada saja pria yang tidak berani berkomitmen lebih lanjut dan takut akan pernikahan karena berbagai alasan. Nah, cara memahami pria yang pertama adalah dengan mengetahui dan mencoba memahami apa yang mereka pikirkan tentang komitmen dan pernikahan. Kebanyakan pria di bawah usia 30 tahun cenderung lebih senang ‘bermain-main’ terlebih dahulu sebelum akhirnya menetapkan pilihan pada satu orang pasangan.

Menurut para pria ini, pernikahan dan kehidupan berkeluarga baru bisa dilakukan setelah mereka terbilang mapan secara ekonomi. Akibatnya, ketika mereka mendapatkan wanita yang mungkin baik di mata mereka, tetapi ingin segera berkeluarga, hubungan tersebut bisa kandas karena ketakutannya dengan komitmen.

Selain pemikiran soal kemapanan, masalah komitmen juga biasanya muncul dari mereka yang memiliki latar belakang keluarga yang mengalami perceraian, terutama yang disebabkan oleh ayahnya sendiri. Cobalah untuk memahami pria dengan pemikirannya yang satu ini. Jangan terlalu mendesaknya tanpa mengetahui apa yang menyebabkannya melakukan demikian.

Mendukung dari hati ke hati ketika ada masalah
Walaupun mereka sering kali terlihat tangguh, para pria pun sebenarnya membutuhkan dukungan secara emosional, sama seperti wanita. Bahkan, mereka mempunyai reaksi emosional yang sedikit lebih kuat dibandingkan para wanita. Akan tetapi, sebelum menyadari apa yang mereka rasakan, para pria cenderung menutup diri mereka dari orang lain agar tidak terlihat rapuh. Hal tersebut dikarenakan stereotip pria yang menunjukkan perasaan artinya tidak jantan.

Akibatnya, ketika merasa sedih, mereka akan menunjukkan perasaan marah karena kemarahan melambangkan kekuatan, sehingga membuat orang terkadang menjadi salah paham. Misalnya, saat pria putus cinta, mereka akan lebih menunjukkan kesedihannya dengan mabuk-mabukan atau hal-hal yang membahayakan nyawa mereka. Namun, hal tersebut bukan berarti mereka tidak merasa sedih.

Mereka melakukan tindakan yang dianggap “jantan” untuk mengisi kekosongan yang ia rasakan. Itu sebabnya, agar Anda lebih memahami pria, cara yang bisa Anda lakukan adalah jangan menghakiminya. Tetaplah dekati dan berusaha menggali pikirannya sekalipun mereka tak menunjukkan bahwa mereka sedang dalam kerapuhan.

Menyeimbangkan kontrol di dalam hubungan
Tahukah Anda bahwa sebagian besar pria merasa lebih kompeten ketika mereka melihat wanita atau pasangannya bahagia karena dirinya? Akan tetapi, tidak jarang pula pasangan wanita yang senang mengambil alih kemudi hubungan, tanpa menyeimbangkan peran pasangan prianya. Hal tersebut membuat para pria menjadi merasa tidak berguna dan membiarkan para wanita untuk mengerjakan semuanya. Cobalah untuk memahami pria Anda dengan cara memberikan ruang yang cukup agar mereka mendapatkan peran penting dalam hubungan.

Seimbangkanlah peran masing-masing dengan berbagi tugas. Misalnya, seorang suami mencari nafkah untuk membeli rumah, sementara Anda pun masih bisa bekerja untuk membiayai pendidikan anak. Pada dasarnya, kunci dari cara memahami pria dengan baik hanya satu, yaitu memiliki komunikasi yang baik.

Memahami apa yang ada dipikiran pria, atau bahkan wanita sekalipun, memerlukan usaha yang lebih besar. Itu sebabnya, Anda perlu berkomunikasi agar mengetahui apa yang Anda berdua inginkan.

Tinggalkan pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here